Showing posts with label Sketsa Bintaro. Show all posts
Showing posts with label Sketsa Bintaro. Show all posts

Tuesday, April 26, 2011

Jabal Rahmah

Kerikil luruh yang berlepasan jatuh di bawah sandalku tidak membicarakanmu
entah kenapa aku mendaki, karena aku tahu
bahwa kau tak ada di puncaknya
Hanya karena konon setiap hati yang hilang dapat ditemukan di sini
maka kutepis kemungkinan bahwa kau mungkin sudah tergulung tsunami
lama, lama berselang
adakah Adam berpikir demikian, ketika ia mengukur inci demi inci bumi
berharap bersua sumsum belulang yang dipaksa pisah dari raga
kemahatahuan yang mempertanya, mengapa keniscayaan menjadi sebuah dosa
ketika dilakukan dalam bingkai takdir?
Doa apa yang bisa diucapkan diakhir perjalanan pencarian
diantara engah nafas, leleh peluh dan lepuh-lepuh
ketika sejak awal pun akrab kenyataan, cerita kesia-siaan tak menemu


7 agustus 2007
(tiga tahun kemudian, lewat tengah malam ditanggal ini, Jimat, kau wujudkan segala keajaiban)

Kata Jon Bon Jovi pada Mang Udin, ketika bertemu di Bintaro

Ada kontrakan, mang, rumahku di new jersey digusur
terlalu sering kutinggal kosong, tuhan mendudukinya, mengira aku takkan pulang
kamar tidurku diisi serpihan matahari
dapur dan garasi dibanjiri aurora borealis.
Aku tak bisa masuk, udara begitu penuh kata-kata permintaan
kata tuhan ia perlu tempat menyimpan semuanya
karena tak ada lagi telombong di bawah ozon bolong ini.


agustus 2007

Buku dalam rak itu

Aku sungguh ingin mencintaimu
memelukmu, menciummu, mengendusmu dan menjilatmu
membuatmu seperti manisan, lengket-lengket di tangan
sehingga ketika aku memegang apa saja, kau akan tertinggal di situ
Pada jam tiga dini hari aku sungguh ingin menjadi buku dalam rak itu
yang punya ambalan-ambalan kayu jati belanda untuk tempatnya
terapit padat bagai dalam pelukan
bau kayu seperti bau kulitmu
sekarang rak itu dan buku itu
bercinta hingga fajar layu.


agustus 2007